Selasa, 05 April 2016

Dari Unggas Hingga Harimau

Minat Profesi Satwa Liar Rothschildi  mengadakan Seminar Nasional yang bertemakan “Reproduction in Wildlife”  di gedung Doktor Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Udayana, Sabtu (2/4). Dihadiri oleh Dr. drh. Nyoman Adi Suratma, MP selaku Dekan FKH Unud, drh. I Made Kardena, MVS selaku Pembantu Dekan III FKH Unud, Pembina Minpro Rothschildi yakni drh.Srikayati Widyastuti, M.Si dan Dr. drh.I Wayan Batan, MS, Perwakilan Senat Mahasiswa dan Ketua Minpro-Minpro yang ada di FKH Unud . Seminar ini diikuti oleh 107 peserta dari berbagai FKH yang ada di Indonesia seperti UNSYIAH,UGM,UWKS,UNAIR,UB, UNUD dan beberapa praktisi dokter hewan.

Rangkaian acara terdiri dari tiga sesi. Sesi pertama diisi oleh dua pembicara , yaitu drh. I Wayan Bebas.M.Kes dengan materi Reproduksi Ayam Hutan Hijau dan Konservasi Melalui Teknologi Kawin Suntik. Kemudian dilanjutkan, pembicara kedua yaitu drh.Slamet Raharjo,M.P yang menyampaikan tentang Manajemen Reproduksi Pada Reptil.

Pada sesi kedua, materi disampaikan oleh Dr. drh. Muhammad Agil M.Sc. Agr., Dipl. ACCM yang menyampaikan dua materi sekaligus, yakni Reproductive Biology of the Rhino : Diversity, breeding problem, and Propragation Programs dan Reproductive Biology of the Elephant : Reproductive Systems and Consequence of Long Term Pregnancy.

Di sesi terakhir, Pemaparan materi disampaikan oleh Dr.drh.I Ketut Suatha M.Si tentang Teknologi Reproduksi IVM (In Vitro Maturation) Pada Monyet Ekor Panjang dan dilanjutkan oleh Dr. drh. Ligaya ITA Tumbelaka,Sp. MP. M.Sc mengenai Ilmu Reproduksi Penunjang Penangkaran Harimau Sumatra.

Dr. drh. Ligaya ITA Tumbelaka,Sp. MP. M.Sc sedang memaparkan materi
Berbeda dari seminar-seminar sebelumnya, konsep seminar kali ini bergaya layaknya talkshow. Tujuannya agar peserta seminar tidak jenuh mengikuti serangkaian acara seminar dan dapat menyerap ilmu dengan baik. Para peserta antusias mengikuti rangkaian acara seminar kali ini. Salah satunya Yudhistira Wedartama, mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada mengaku seminar yang diadakan Rothschildi tahun ini menarik dan bermanfaat khususnya untuk mahasiswa baru. Menurutnya, dengan mengikuti seminar ini dia merasa selangkah lebih tahu dari teman- teman yang tidak mengikuti seminar. “Semoga seluruh FKH di Indonesia lebih rutin menyelenggarakan seminar yang berbobot seperti seminar kali ini karena akan sangat berguna untuk kedepannya.”harap Mahasiswa yang duduk di semester dua ini.

Di penghujung acara, panitia memberikan kejutan bagi peserta dengan memberikan kuis yang hadiahnya voucher gratis masuk Bali Zoo dan cindera mata. Selanjutnya, acara diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh delegasi dan pembicara.

Semoga Minpro Satli Rothschildi mampu memberi semangat pada Minpro lain untuk meningkatkan citra fakultas melalui seminar nasional serta mampu menjaga relasi lebih baik lagi antar Fakultas Kedokteran Hewan se-Indonesia.

Salam Lestari ! (Luvi dan Lili)




Rabu, 17 Februari 2016

Jumpa Pimpinan, Cerminan Untuk Lebih Baik

Selasa, 16 Februari 2016. Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) menyelenggarakan Jumpa Pimpinan (Jumpim) yang diadakan di Ruang Sidang Lantai I Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin tiap tahun yang bertujuan untuk menyatukan aspirasi antar seluruh sivitas akademika Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana. Acara ini dihadiri oleh Dekan beserta jajarannya, Kepala Bagian Lab, Kepala Tata Usaha, Senat Mahasiswa dan beberapa perwakilan mahasiswa FKH UNUD.
Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FKH UNUD, Dr. drh. Nyoman Adi Suratma, MP. Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa acara jumpim merupakan ajang untuk mengeluarkan segala keluhan mahasiswa, baik permasalahan fasilitas maupun akademik. “Jumpim merupakan cerminan untuk FKH UNUD lebih baik,” ujar Dekan.
Sementara itu, menurut Andika Diko Septiyatma selaku ketua panitia, jumpim kali ini membahas permasalahan atau isu yang ada di kampus seperti masalah nilai yang telat keluar, bagaimana mempertahankan akreditasi, peninjauan Uang Kuliah Tunggal, dan evaluasi KRS Online.
“Didapatkan isu-isu baru sehingga aspirasi-aspirasi dari mahasiswa dapat tertampung di dekanat dan mungkin dapat melakukan perubahan-perubahan untuk lebih baik lagi dan harapan saya semoga dengan diadakan jumpim ini FKH UNUD bisa jadi lebih baik lagi dengan pendapat-pendapat yang diberikan dari mahasiswa,” ucap Dika. (Mega)



Parkir Penuh, Jangan Jenuh.


Siang itu di Kampus Sudirman, udara panas dan terik Mentari seperti akan mengupas kulit kepala. Aktivitas Kampus tak seperti biasa, hiruk pikuk rapatnya jejeran kendaraan dan aktivitas mahasiswa. Tepat di depan Kampus FKH, berdiri sebuah bangunan dengan setumpuk beton, yang rencananya akan jadi gedung Parkir Kampus Sudirman Universitas Udayana.

Hari itu, kampus Sudirman bagai kebanjiran motor yang tumpah di sekitaran bahu jalan. Tampak Bli Wayan, Satpam Kampus FKH, tetap berjaga dengan baju dinas coklatnya dan nyaman bercengkrama dengan mahasiswa angkatan lama. Dari kejauhan tampak mahasiswa dengan mengendarai “Diesel Italia”, terlihat bingung mencari parkiran kosong disekitaran kampus ungu yang pas untuk tunggangan kebanggannya. “Parkirannya penuh”, suara Bli Wayan menghampiri mahasiswa itu, sambil menunjuk untuk cari tempat parkir lain. Beruntung, mahasiswa yang saat itu memakai jaket kotak- kotak tebal tersebut , menemukan apa yang dicarinya dan tak begitu jauh dari tempat teguran Satpam yang berasal desa Kesiman itu.

Mahasiswa itu kemudian menghampiri Bli Wayan dan memulai sebuah obrolan sederhana, diiringi suara knalpot mobil dan sepeda motor yang lalu lalang, sesekali terdengar klakson dan pukulan palu para pekerja bangunan serta benturan kerangka besi di tanah kering yang lama tak dibasahi air hujan. “Kapan mahasiswa gak maksa masuk dan bisa ngerti kalau parkiran disini (kampus FKH Unud) benar- benar penuh ya?,”keluh Bli Wayan dengan tangan kanannya menunjuk plang bertuliskan “parkir penuh” dan tangan kiri memegang rokok “putihan” bekas hisapannya. Di depan forum obrolan itu, berderet sepeda motor yang mengapit Pohon Ketapang. Pohon yang saat ini mulai jarang dihampiri burung Perkutut untuk mencari makan. “Kata para pimpinan, rencananya bulan Januari selesai mas. Jadi gak bakal ribet lagi parkirnya” Tutur Bli Wayan dengan logat asli Bali sembari mematikan puntung rokok dan kembali duduk di “singgasana”. Tak lama, mahasiswa itu pun beranjak menuju kedalam kampus untuk mengikuti perkuliahan.

Memang, minimnya lahan parkir menjadi permasalahan warga Universitas Udayana akhir- akhir ini. Pembangunan gedung parkiran berdampak terhadap aktivitas mahasiswa, dosen dan pemangku kepentingan lain. Mahasiswa kadang harus sedikit menelan ludah, tatkala waktu masuk kuliah sudah terlalu mepet, eh mendapat tempat parkir nan jauh pula. Begitupun dosen, ditengah kerja yang padat, mereka harus berebut dengan dosen atau mahasiswa lain untuk sekedar meletakkan mobil, yang akhirnya telat datang ke tempat tujuan.

Sabar adalah kunci utama. Pembangunan gedung parkir yang kabarnya berlantai empat ini pasti tak akan berlangsung lama. Tetap tenang dan jangan panik, semua ini demi kebaikan kita bersama. Semoga gedung Parkir Unud selesai tepat dan sesuai waktunya. Seperti kata pepatah “Berakit- rakit ke hulu, berenang- renang ke tepian. Pembangunan jangan berbelit- belit melulu, mahasiswa butuh belajar tenang dan nyaman.” Meski parkir penuh, jangan jenuh. (Tomcil)



Senin, 05 Oktober 2015

Suluh Latih Anggota Baru.

Minat Profesi Suluh mengadakan latihan penyuluhan kepada anggota baru di Ruang Kuliah Lantai III Kampus FKH Unud, Minggu (5/10). Kegiatan yang diikuti 60 peserta ini bertujuan untuk melatih kemampuan penyuluhan dan perkenalan lebih dalam tentang Minpro Suluh. “Kegiatan ini sebagai peresmian anggota baru dan melatih bagaimana menyuluh yang baik dan benar.”ujar Nola Alfieni Sartika selaku ketua panitia.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur BEM Dwik Aristajaya. Dalam sambutannya, ia berharap akan muncul bibit- bibit baru mahasiswa yang ahli dalam bidang penyuluhan. “Saya berharap penyuluh muda meneruskan langkah para senior yang sangat baik saat melakukan penyuluhan.”harap Dwik.

Rangkaian acara berupa pemberian materi tentang cara menyuluh yang baik dan benar oleh Nengah Tegar Saputra. Selain itu, ia juga menjelaskan tentang sejarah Minpro Suluh. Lalu, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan penyuluhan untuk anak SD dan SMA.

Nisa Maharani, salah satu peserta mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat membantunya tentang bagaimana berkomunikasi dan berbicara di depan umum. “Acaranya seru karena kita mendapat pengalaman baru. dan mengajarkan kita bagaimana cara menyuluh ke masyarakat dan anak SD.”ucap mahasiwa angkatan 2015 ini. (Mega S)






Sambut Anggota Baru dengan Seminar Perawatan Hewan Kesayangan.

Minat Profesi Pet Learning Organization (P-LO) mengadakan penyambutan anggota baru 2015 di Ruang Seminar lantai I gedung Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana, Sabtu (3/10). Penyambutan yang dikemas dalam bentuk seminar ini, mengangkat tema “Merawat Hewan Kesayangan Berlandaskan Animal Welfare dan Penyakit Hewan Kesayangan”. 

Seminar ini menghadirkan dua pembicara yaitu drh. I Made Sukada, M Si yang menjelaskan tentang kesejahteraan hewan, dilanjutkan dengan penjelasan tentang penyakit infeksius pada hewan kesayangan oleh drh. Soeharsono, DTVS, P.hD.

Bagus Nanda Govinda selaku ketua panitia mengungkapkan, bahwa latar belakang mengangkat tema ini, berawal dari keprihatinan mereka melihat banyaknya pemilik hewan kesayangan yang belum mengetahui cara pemeliharaan hewan yang baik dan benar. “Di samping itu, maraknya video-video perlakuan terhadap hewan yang tidak lazim atau melanggar kesejahteraan hewan menambah motivasi kami untuk menggelar acara ini”, ujar Bagus.

Sementara itu, Nyoman Anindya Ramaditya mengatakan, selain untuk membahas mengenai kesejahteraan hewan, juga sebagai bentuk perkenalan ruang lingkup Minpro P-LO kepada mahasiswa baru. “Besar harapan, anggota baru P-LO mendapatkan ilmu mengenai hewan kesayangan, bukan hanya sekedar datang duduk atau iming-iming SKP”, jelasnya.

Seminar ini dihadiri oleh Dekan FKH Unud Dr. drh. Nyoman Adi Suratma, MP, Pembantu Dekan III drh. I Made Kardena, MVS, dan Pembina Minpro P-LO yakni drh. Pudji Rahardjo, MS serta Prof. Dr. drh. I Ketut Puja, M. Kes. Perlu diketahui, ke empat dosen tersebut merupakan para Pembantu Dekan III di periode masing masing. Jadi secara tidak langsung, kegiatan ini juga merupakan reuni bagi Pembantu Dekan di Bidang Kemahasiswaan tersebut. (Saiful)

Jumat, 02 Oktober 2015

Penulisan dan Penerbitan Artikel Ilmiah Mahasiswa Perlu Dipacu.

Bagian terpenting dari proses pembelajaran pendidikan tinggi adalah penelitian, karena sebagian besar indikator yang diukur dari kualitas kinerja dan rangking setiap Universitas, berasal dari produk ilmiah dan luaran hasil penelitian baik itu paten maupun publikasi ilmiah. Demikian sambutan Pembantu Rektor I Universitas Udayana Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS saat membuka Seminar dan Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Mahasiswa yang diselenggarakan oleh Indonesia Medicus Veterinus, Kamis (1/10) di Ruang Seminar Lantai I Kampus FKH Unud.
Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS didepan 50 peserta menjelaskan, bahwa dalam sepuluh tahun terakhir, Indonesia mulai tertinggal jauh dibandingkan negara lain di kawasan Asia Tenggara seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand terkait dengan produktifitas penulisan ilmiah yang diterbitkan. “Itu semua terkait dengan kontribusi ilmuan kita dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Padahal, jika dibandingkan dengan jumlah Universitas dan Professor serta peneliti, tentu kita lebih banyak,”ujarnya.



 
Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS saat memaparkan materi

Melihat hal ini, lanjut Prof. Damri, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) mengeluarkan surat edaran yang mewajibkan lulusan universitas memiliki pengalaman dalam hal penulisan jurnal ilmiah dan disusul Permendikbud No. 49 tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi. “Jadi kebijakan ini sangat bagus, saya rasa hal ini cukup untuk memacu Universitas untuk menghasilkan karya ilmiah terutama yang berkualitas Internasional.”Imbuh mantan Dekan FKH Unud periode 2010-2013 ini.
“Oleh karena itu, pelatihan seperti ini sangat mendorong peningkatan kinerja Unud dan berharap setelah pelatihan ini, akan lahir 50 karya ilmiah yang siap terbit dan berkualitas.”Harapnya.
Pada kesempatan yang sama, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana Dr. drh. Nyoman Adi Suratma, MP juga mengemukakan hal yang sama. Menurutnya, pelatihan penulisan ilmiah harus sering dilakukan guna meningkatkan kualitas dan mutu mahasiswa sebelum menyelesaikan masa kuliahnya. “Kegiatan ini sangat penting untuk menghindari plagiarisme dan pemalsuan. Sehingga hasil yang didapatkan dari kegiatan ini adalah kemampuan dalam meningkatkan tulisan ilmiah yang bermutu.”ucap Dr. Adi
Selain Prof. Dr. drh. I Made Damriyasa, MS, kegiatan yang bertajuk “Seminar dan Pelatihan sebagai Sarana untuk Meningkatkan Kualitas Artikel Ilmiah” ini juga menghadirkan empat narasumber yang ahli dalam bidangnya, seperti Dr. drh. I Wayan Batan,MS yang menerangkan tentang pendahuluan dan metode penelitian. Dilanjutkan oleh Drh. I Made Kardena,SKH,MVS yang mengulas mengenai judul, baris kepemilikan, abstrak dan kata kunci. Kemudian tentang hasil pembahasan yang dipaparkan oleh Prof. Drh. Anak Agung Ayu Mirah Adi, Msi.Ph.D. Sementara pada kesempatan terakhir, Prof. Dr.drh. I Nyoman Suarsana,M.Si memberikan materi tentang Simpulan dan Referensi dan memberikan kiat- kiat dalam menulis jurnal.
Seminar dan Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah Mahasiswa merupakan kegiatan rutin tahunan Indonesia Medicus Veterinus bekerjasama dengan Jurnal Veteriner dan LPM Suara satwa yang telah tiga kali diselenggarakan. Peserta kegiatan umumnya berasal dari mahasiswa yang akan dan telah menyelesaikan skripsi. (Tomcil)